PT Bangun Banua terus mengembangkan lini usaha untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Kalimantan Selatan. BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk memperkuat pendapatan perusahaan. Langkah itu dibahas bersama Komisi II DPRD Kalsel di Banjarmasin pada Rabu, 29 Juli 2026.
Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, mengatakan perusahaan terus mencari peluang usaha yang memiliki potensi ekonomi. Salah satu pengembangan dilakukan melalui pembukaan bengkel kendaraan untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan. PT Bangun Banua juga menyiapkan bisnis penyediaan alat kesehatan sebagai bagian dari diversifikasi usaha.
Pengembangan bisnis tersebut diharapkan meningkatkan keuntungan sekaligus memperbesar dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebelumnya, Pemprov Kalsel menerima dividen PT Bangun Banua sebesar Rp8,17 miliar pada 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang disebut paling tinggi sekitar Rp3 miliar.
Perusahaan juga memperkuat bisnis melalui pembentukan PT Nusa Bangun Banua sebagai anak perusahaan baru. Anak perusahaan tersebut disiapkan untuk menjalankan berbagai kegiatan usaha dan menangkap peluang proyek di Kalimantan Selatan. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pondasi bisnis PT Bangun Banua.
Pemerintah Provinsi Kalsel sebelumnya mendorong PT Bangun Banua meningkatkan kinerja bisnis dan mengoptimalkan aset secara profesional. Penguatan usaha diharapkan membuat BUMD tersebut memberikan kontribusi lebih besar bagi pendapatan daerah. Peningkatan PAD selanjutnya dapat mendukung pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
