EKONOMI

Pupuk Kaltim Tingkatkan Kapasitas Amonia, Efisiensi Biaya Capai Rp228 Miliar

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) segera mengoperasikan penuh Ammonia Pabrik-2 di Bontang. Fasilitas tersebut berhasil melewati uji kinerja selama 168 jam.

Hasil revamping meningkatkan kapasitas produksi menjadi rata-rata 1.841 ton amonia per hari. Angka tersebut naik 4,18 persen dari kapasitas sebelumnya, yaitu 1.767 ton per hari. Peningkatan ini memperkuat ketersediaan bahan baku utama produksi urea.

Selain kapasitas, Pupuk Kaltim berhasil menekan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Efisiensi sebesar 4,03 MMBTU tersebut diproyeksikan menghemat biaya produksi US$14,3 juta per tahun. Nilainya setara sekitar Rp228 miliar per tahun.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan seluruh parameter operasional terpenuhi selama pengujian. Modernisasi tersebut mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan sistem CO2 removal. Perusahaan juga menerapkan Distributed Control System untuk memantau proses secara real-time.

Efisiensi tersebut juga diperkirakan memangkas emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun. Proyek ini diresmikan pada Januari 2026 sebagai bagian revitalisasi industri pupuk nasional. Pupuk Kaltim menyebutnya sebagai proyek pertama dari tujuh komitmen revitalisasi Pupuk Indonesia Group.