Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai pembentukan karakter calon manajer Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes tidak harus dilakukan melalui sistem pelatihan militer.
Pigai menyampaikan pembinaan mental dapat dilakukan dengan pendekatan pendidikan kepemimpinan, etika, integritas, serta penguatan kapasitas manajerial. Menurutnya, metode tersebut lebih relevan dengan tugas yang akan dijalankan para calon pengelola koperasi di tingkat desa.
Ia menegaskan pemerintah tetap perlu membangun karakter disiplin bagi para calon manajer. Namun, pembentukan karakter tersebut dapat dilakukan melalui berbagai metode pendidikan sipil yang menghormati nilai-nilai hak asasi manusia.
Pigai juga meminta seluruh kementerian melakukan evaluasi terhadap pola pelatihan yang diterapkan bagi calon manajer Kopdes. Evaluasi diperlukan agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.
Pernyataan tersebut muncul setelah pelaksanaan pelatihan dasar bagi calon manajer Kopdes menjadi perhatian publik. Program itu sebelumnya digelar dengan melibatkan unsur pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Desa menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan menanamkan disiplin, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Menteri Desa Yandri Susanto menyebut calon manajer Kopdes akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program ekonomi desa. Karena itu, mereka dinilai membutuhkan kesiapan mental dan kemampuan memimpin masyarakat.
Kementerian Pertahanan juga menegaskan pelatihan tersebut tidak bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit. Materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada kedisiplinan, integritas, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
Meski demikian, Pigai berharap pemerintah membuka ruang dialog dengan berbagai pihak untuk menyusun model pembinaan yang lebih komprehensif.
Ia menilai peningkatan kualitas manajer koperasi sebaiknya mengedepankan kompetensi profesional, tata kelola usaha, pelayanan masyarakat, dan kepemimpinan organisasi.
Menurut Pigai, keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih akan lebih ditentukan oleh kemampuan manajerial, transparansi, dan akuntabilitas para pengelolanya.
Pemerintah sendiri terus mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan tersebut agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pembinaan Manajer Kopdes Perlu Berorientasi Kompetensi
Penguatan karakter calon Manajer Kopdes dinilai tetap menjadi kebutuhan penting dalam mendukung keberhasilan program koperasi desa.
Namun, pembinaan tersebut diharapkan lebih berorientasi pada peningkatan kompetensi kepemimpinan, integritas, pelayanan publik, dan kemampuan mengelola usaha, sehingga mampu memperkuat pembangunan ekonomi desa di seluruh Indonesia.Informasi tambahan nyari situs anti rungkat hanya di AYAMTOTO
