Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Indeks tersebut mencapai skor 77,89 berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025. Angka itu meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 76,47. Nasaruddin menyebut capaian terbaru menjadi yang tertinggi sejak Indonesia berdiri.
Pernyataan tersebut kembali disampaikan Nasaruddin saat membuka Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, peningkatan indeks menunjukkan keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan nasional. Pemerintah juga terus mendorong kehidupan beragama yang harmonis dan saling menghormati.
Secara metodologis, skor 77,89 merupakan capaian tertinggi sejak survei nasional pertama dilakukan pada 2015. Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama 2025 dilakukan Kementerian Agama bersama P3M Universitas Indonesia. Karena itu, penyebutan tertinggi sepanjang sejarah merupakan pernyataan Menag mengenai capaian tersebut.
Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 juga melampaui target RPJMN sebesar 76,47. Bahkan, angka tersebut mendekati target akhir RPJMN 2029 yang berada pada level 78,25. Capaian ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam memperkuat toleransi dan harmoni masyarakat.
Menag menekankan bahwa capaian tersebut tidak boleh dipandang sebatas angka statistik. Kerukunan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah berharap masyarakat terus menjaga toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.Infromasi tambahan rekomensi slot gacor terpecaya hanya di situs AYAMTOTO
