EKONOMI

Ekonomi Tumbuh 5,29%, DPR Soroti Pekerja Informal & Ketimpangan Justru Naik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen, tetapi capaian tersebut mendapat perhatian dari kalangan DPR. Pertumbuhan dinilai perlu diikuti peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. DPR menyoroti besarnya jumlah pekerja informal dan perkembangan ketimpangan ekonomi. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan belum sepenuhnya memberikan dampak setara kepada seluruh kelompok masyarakat.

Besarnya sektor informal menjadi salah satu persoalan yang mendapat sorotan. Pekerja informal umumnya menghadapi tantangan terkait kepastian pendapatan dan perlindungan sosial. Mereka juga lebih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dibandingkan pekerja formal. Karena itu, pertumbuhan lapangan kerja perlu diarahkan menuju pekerjaan yang produktif dan berkualitas.

Ketimpangan ekonomi juga menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi manfaat pertumbuhan bagi masyarakat berpendapatan rendah. Pertumbuhan tinggi belum cukup apabila peningkatan pendapatan terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi mampu memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pekerjaan dan pendapatan layak. Pemerataan pembangunan antardaerah juga menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan.

DPR mendorong pemerintah tidak hanya menjadikan angka pertumbuhan sebagai indikator keberhasilan ekonomi. Kualitas pertumbuhan perlu diperhatikan melalui penciptaan pekerjaan formal dan peningkatan daya beli masyarakat. Penguatan industri padat karya dapat menjadi salah satu langkah memperluas kesempatan kerja. Dukungan terhadap UMKM juga diperlukan karena sektor tersebut menyerap banyak tenaga kerja Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi 5,29 persen menjadi modal positif untuk menjaga momentum pembangunan nasional. Namun, tantangan pekerja informal dan ketimpangan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Kebijakan berikutnya diharapkan menghasilkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan menciptakan pekerjaan berkualitas. Dengan begitu, manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.