EKONOMI

Bulog sebut stok beras 5,25 juta ton tersebar seluruh gudang Indonesia

Perum Bulog memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi aman. Persediaan beras Bulog mencapai sekitar 5,25 juta ton dan tersebar di berbagai gudang Indonesia.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog. Stok beras terus diperkuat melalui penyerapan hasil produksi petani di berbagai daerah.

Sebelumnya, stok beras Bulog tercatat mencapai 5,23 juta ton pada awal Mei 2026. Beberapa pekan kemudian, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 5,36 juta ton. Bulog menyebut kapasitas penyimpanan nasional mencapai sekitar 6,2 juta ton.

Tingginya stok beras menjadi modal penting pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Persediaan tersebut dapat digunakan untuk stabilisasi pasokan dan harga beras. Bulog juga menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Capaian stok tersebut tidak terlepas dari peningkatan penyerapan beras petani. Pemerintah sebelumnya mencatat cadangan beras menembus lima juta ton pada April 2026. Angka itu disebut sebagai rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Ketersediaan beras di berbagai gudang juga membantu memperkuat distribusi pangan. Stok yang tersebar dapat mendukung penyaluran beras ketika kebutuhan meningkat. Langkah tersebut penting untuk menjaga pasokan tetap tersedia di berbagai wilayah.

Selain menjaga stok, pemerintah perlu memastikan kualitas beras tetap terjaga selama penyimpanan. Pengelolaan gudang dan distribusi menjadi faktor penting dalam mempertahankan ketahanan pangan. Kapasitas penyimpanan Bulog juga terus diperkuat mengikuti peningkatan produksi nasional.

Dengan stok beras sekitar 5,25 juta ton, posisi cadangan pangan Indonesia tergolong kuat. Pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan stabilisasi apabila terjadi tekanan pasokan. Ko