Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp229 triliun. Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan angka tersebut setelah bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Sebelumnya, pagu anggaran MBG berada di angka Rp268 triliun. Setelah dilakukan penyisiran terhadap kebutuhan program, BGN memangkasnya menjadi Rp229 triliun. Sudaryono memastikan pemerintah tidak perlu menambah anggaran pada tahun ini karena pelaksanaan MBG akan dioptimalkan menggunakan dana yang sudah tersedia.
Dari anggaran yang telah diefisienkan tersebut, BGN menyebut realisasi hingga akhir Agustus telah mencapai sekitar Rp117 triliun atau 56 persen. Efisiensi dilakukan seiring dengan penataan kembali tata kelola program, termasuk penajaman penerima manfaat dan perbaikan distribusi layanan agar tidak terjadi tumpang tindih antar-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sudaryono juga menyebut BGN tetap berencana memperluas layanan MBG, terutama ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini terdapat ribuan antrean pengajuan dapur baru, tetapi pembukaan SPPG akan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan wilayah dan ketersediaan anggaran.
Sementara itu, Purbaya membuka peluang adanya efisiensi lanjutan terhadap anggaran BGN. Ia menilai jika perbaikan tata kelola mampu membuat penggunaan anggaran lebih efisien pada 2026, dampaknya dapat berlanjut ke penganggaran 2027. Karena itu, angka Rp229 triliun belum tentu menjadi batas akhir efisiensi anggaran MBG.
