EKONOMI

Target Ekonomi 6% dan Rupiah Rp17.500 di RAPBN 2027 Dinilai Ambisius

Pemerintah dan DPR menyepakati target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027. Nilai tukar rupiah juga diasumsikan sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Target pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Pemerintah juga menetapkan inflasi 2,5 persen dan imbal hasil SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen. Defisit APBN ditargetkan Rp671,2 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.

Namun, sejumlah ekonom menilai target tersebut cukup ambisius. Kepala Ekonom BCA David Sumual menyebut daya beli masyarakat perlu tetap terjaga. Investasi juga harus digenjot sejak awal untuk mendorong penciptaan lapangan kerja formal.

David juga menyoroti ekspor sebagai faktor penting dalam mengejar pertumbuhan tersebut. Menurutnya, ekonomi Indonesia jarang tumbuh di atas 6 persen. Kondisi itu biasanya terjadi ketika siklus harga komoditas berada pada periode kuat.

Sementara itu, Strategic Research Manager CORE Yusuf Rendy Manilet menilai target pertumbuhan 6 persen terlampau optimistis. Target rupiah Rp17.500 juga dinilai menghadapi risiko besar akibat ketidakpastian global. Pada 2 September, rupiah bahkan berada di level Rp17.763 per dolar AS.

Meski demikian, pemerintah menyatakan asumsi tersebut telah dihitung berdasarkan perkembangan ekonomi. Tantangannya kini terletak pada kemampuan menjaga konsumsi, investasi, stabilitas rupiah, dan pembiayaan negara.