EKONOMI

Industri Minta Harga LNG Diturunkan Mulai 2027, Ini Alasannya

Pelaku industri meminta pemerintah mempertahankan harga LNG yang lebih rendah mulai 2027. Permintaan ini muncul setelah kebijakan harga LNG US$13 per MMBTU hanya berlaku hingga akhir 2026. Pemerintah sebelumnya menurunkan harga dari kisaran US$20-23 per MMBTU.

Penurunan harga LNG dinilai penting untuk menjaga daya saing industri nasional. Harga energi menjadi salah satu komponen utama dalam biaya produksi sejumlah sektor. Industri juga membutuhkan kepastian harga agar dapat menyusun rencana produksi dan investasi.

Pemerintah menetapkan harga US$13 per MMBTU melalui efisiensi rantai pasok LNG. Langkah tersebut mencakup komponen hulu, pemrosesan, infrastruktur, hingga distribusi. Kebijakan itu juga diharapkan membantu mempertahankan lapangan pekerjaan di tengah tekanan biaya.

Namun, Kementerian ESDM menyatakan kebijakan harga US$13 per MMBTU hanya berlaku sampai 31 Desember 2026. Untuk 2027, pemerintah belum menetapkan kebijakan harga LNG baru. Kondisi tersebut membuat kepastian harga menjadi perhatian pelaku industri.

Industri berharap harga LNG tetap kompetitif agar beban produksi tidak kembali meningkat. Kebijakan tersebut juga dinilai dapat mendukung investasi dan keberlanjutan operasional pabrik. Pemerintah kini perlu mempertimbangkan kebutuhan industri dengan keberlanjutan pasokan gas nasional.