HUKUM

5 Fakta Penembakan Ngeri Sekolah di Thailand, Pelaku Masih Remaja

Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). Insiden tersebut dilakukan seorang pelajar berusia 14 tahun. Peristiwa ini menjadi penembakan massal paling mematikan di Thailand sejak 2022. Berikut lima fakta utama berdasarkan laporan terbaru.

Fakta pertama, aksi penembakan terjadi di Debsirin Nonthaburi School. Sekolah tersebut berada di Bang Kruai, wilayah yang berdekatan dengan Bangkok. Pelaku membawa senjata api ke sekolah menggunakan kendaraan sekolah. Ia kemudian melepaskan tembakan ketika kegiatan belajar berlangsung.

Fakta kedua, korban tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah. Sebelum menuju sekolah, pelaku diduga menembak kakek dan neneknya di rumah. Polisi menyebut senjata tersebut merupakan milik sang kakek. Setelah itu, pelaku membawa senjata menuju sekolah dan melakukan penembakan.

Fakta ketiga, serangan di sekolah menyebabkan lima orang tewas dan 23 lainnya terluka. Pelaku kemudian menembak dirinya sendiri di lantai empat sekolah. Ia sempat dibawa untuk mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia. Jika digabung dengan korban di rumah, jumlah korban tewas mencapai delapan orang.

Fakta keempat, penyelidikan awal menemukan sejumlah informasi mengenai pelaku. Polisi menyebut remaja tersebut memiliki ketertarikan terhadap senjata dan permainan kekerasan. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga menyebut adanya unsur perencanaan. Namun, penyelidikan mengenai motif penembakan masih berlangsung.

Fakta kelima, kasus penembakan sekolah Thailand kembali memicu perdebatan mengenai kepemilikan senjata. Thailand termasuk negara dengan tingkat kepemilikan senjata sipil yang tinggi di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah diperkirakan menghadapi dorongan baru untuk memperketat aturan senjata api.