Pemerintah menyiapkan tambahan 150.000 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Tambahan pasokan ini ditujukan membantu peternak ayam petelur.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan tambahan alokasi tersebut setelah melihat harga telur tingkat peternak. Pada kuartal II 2026, harga telur produsen rata-rata Rp24.637 per kilogram. Angka itu masih berada di bawah harga acuan pemerintah Rp26.500 per kilogram.
Tambahan jagung SPHP diharapkan dapat menekan biaya pakan yang menjadi beban utama peternak. Pemerintah sebelumnya menetapkan kuota awal SPHP jagung sebesar 213.200 ton pada 2026. Program tersebut telah berjalan sejak awal Mei.
Meski demikian, tambahan 150.000 ton tersebut belum langsung direalisasikan. Bapanas masih menunggu hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Bapanas juga meminta stok jagung SPHP yang tersisa segera disalurkan.
Kebijakan ini diharapkan membantu memperbaiki kondisi usaha peternak ayam petelur. Pemerintah juga ingin menjaga keseimbangan harga telur di tingkat produsen dan konsumen. Dengan pasokan pakan yang lebih terjangkau, tekanan biaya produksi peternak diharapkan dapat berkurang.
