Kementerian Keuangan memastikan APBN 2027 tetap sehat meski belanja pemerintah pusat meningkat. Belanja pemerintah pusat dirancang mencapai Rp3.362 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan fiskal 2027 tetap dirancang ekspansif. Namun, ekspansi tersebut dilakukan dengan menjaga disiplin fiskal. Pemerintah juga menekankan efisiensi dan refocusing belanja.
Dalam arah kebijakan fiskal 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen. Defisit RAPBN 2027 dirancang pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen. Angka tersebut tetap berada di bawah batas tiga persen terhadap PDB.
Pemerintah dan Banggar DPR sebelumnya menyepakati sejumlah arah kebijakan RAPBN 2027. Belanja diarahkan untuk memperkuat pangan, energi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Transfer ke daerah juga ditujukan untuk memperkuat pemerataan pembangunan.
Kebijakan fiskal tersebut disusun untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga menyiapkan optimalisasi pendapatan negara dan penguatan investasi. Langkah tersebut diharapkan menjaga APBN tetap kredibel dan berkelanjutan.
Dengan ruang fiskal yang tetap dijaga, APBN 2027 diarahkan menjadi instrumen penggerak ekonomi. Pemerintah menargetkan belanja lebih produktif dan tepat sasaran. Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi mempercepat kesejahteraan masyarakat.
