EKONOMI

Menakar Target Defisit RAPBN 2027 2,4% di Tengah Ambisi Kejar Penerimaan Pajak

Pemerintah menargetkan defisit RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi defisit 2026 sebesar 2,85 persen.

Target tersebut muncul ketika belanja negara dirancang mencapai Rp4.097,2 triliun. Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun. Pemerintah juga memasang target penerimaan pajak sebesar Rp2.591,4 triliun.

Tantangan utama berada pada kemampuan pemerintah meningkatkan penerimaan perpajakan secara konsisten. Target penerimaan pajak tersebut tumbuh sekitar 12,1 persen dibandingkan outlook 2026. Pertumbuhan itu dinilai cukup ambisius tanpa perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan.

Pemerintah menyiapkan reformasi administrasi dan digitalisasi perpajakan untuk mengejar target tersebut. Langkah lainnya mencakup perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Kombinasi pertumbuhan tinggi dan defisit rendah membutuhkan pengelolaan fiskal yang disiplin. Pengamat menilai target 2,4 persen dapat dicapai jika penerimaan terealisasi sesuai rencana.