EKONOMI

Rosan Sebut Hibah Lippo Berdampak ke 600.000 Masyaraka

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan hibah lahan dari Lippo Group di kawasan Meikarta, Cikarang, akan memberikan dampak sosial yang besar. Menurutnya, program tersebut diperkirakan dapat memberikan manfaat kepada sekitar 600.000 masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

Hibah lahan itu menjadi bagian dari dukungan sektor swasta terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hibah Lahan Dukung Penyediaan Hunian

Rosan mengapresiasi komitmen Lippo Group yang menyerahkan lahan di kawasan Meikarta kepada negara. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi langkah penting dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan rumah subsidi tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat.

Diproyeksikan Bermanfaat bagi 600.000 Orang

Rosan menjelaskan kawasan yang akan dikembangkan memiliki kapasitas besar sehingga diperkirakan mampu memberikan manfaat kepada sekitar 600.000 masyarakat.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan hunian yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses pendidikan, kesehatan, transportasi, dan ruang publik.

Proses Hibah Sesuai Tata Kelola

Pemerintah memastikan proses hibah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lahan hibah akan lebih dahulu diserahkan kepada negara melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebelum dialihkan kepada Danantara. Selanjutnya, aset tersebut akan diserahkan kepada badan usaha milik negara yang ditugaskan membangun dan mengelola rumah susun subsidi.

Rosan menegaskan seluruh tahapan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan kepastian hukum agar program berjalan secara akuntabel.

Sinergi Pemerintah dan Swasta

Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Danantara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kementerian Keuangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat realisasi pembangunan hunian subsidi sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Pembangunan Sudah Dimulai

Persiapan pembangunan telah dimulai melalui proses pembersihan lahan atau land clearing sejak Februari 2026. Tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada Maret 2026.

Pembangunan struktur utama dijadwalkan berlangsung mulai Agustus 2026, sedangkan penyelesaian proyek ditargetkan pada Agustus 2028.

Penutup

Pernyataan Rosan Roeslani mengenai dampak hibah lahan Lippo Group menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Dengan manfaat yang diproyeksikan menjangkau sekitar 600.000 masyarakat, proyek tersebut diharapkan mampu memperluas akses hunian layak, meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, serta memperkuat pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjuta