Tiga Klub Premier League Diperingatkan Terkait Sponsor Judi Ilegal
Tiga klub Liga Primer Inggris, Everton, Nottingham Forest, dan Leicester City, menerima peringatan keras dari Komisi Perjudian Inggris (UK Gambling Commission) terkait risiko promosi situs judi ilegal melalui sponsor jersey mereka. Peringatan ini menyusul pencabutan lisensi judi dari stake.uk.com, yang dioperasikan oleh TGP Europe Ltd. Situs tersebut, yang sebelumnya menjadi sponsor utama Everton, kini harus ditutup sepenuhnya pada Maret mendatang setelah penyelidikan oleh regulator.
Komisi Perjudian Inggris menegaskan akan mengirimkan surat peringatan resmi kepada petinggi ketiga klub. Ancaman sanksi berat, termasuk denda dan hukuman penjara, mengintai jika terbukti mereka mempromosikan bisnis perjudian yang tak berlisensi dan melayani konsumen di Inggris. Regulator menekankan pentingnya uji tuntas yang menyeluruh oleh klub untuk memastikan tidak ada transaksi konsumen Inggris dengan situs-situs tersebut.
Meskipun BC Game, sponsor Nottingham Forest, telah menghentikan pendaftaran akun baru di Inggris sejak November lalu, belum ada tanggapan resmi dari Everton, Leicester City, Nottingham Forest, Stake, Kaiyun, dan BC Game terkait peringatan ini. Ironisnya, klub-klub Premier League telah menyepakati penghentian sponsor utama perusahaan judi di jersey mulai musim 2026-2027. Namun, kasus ini menyoroti celah pengawasan hingga aturan tersebut berlaku.
Penyelidikan terhadap stake.uk.com bermula dari video viral yang menampilkan logo Stake dipromosikan bersama seorang aktris dewasa di dekat Universitas Nottingham Trent. TGP Europe Ltd telah sepakat untuk menghentikan pendaftaran baru dan menghapus tautan pengalihan dari situs utama Stake, menunjukkan upaya untuk mematuhi peraturan. Penutupan total situs di Inggris dijadwalkan pada 11 Maret mendatang. Kasus ini menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap sponsor klub sepak bola dan perlindungan konsumen dari praktik perjudian ilegal.



















