PSIM Yogyakarta berjaya di Pegadaian Liga 2 2024/2025! Setelah perjuangan panjang, Laskar Mataram akhirnya berhasil mengangkat trofi juara setelah mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 dalam laga final dramatis di Stadion Manahan, Solo. Kemenangan ini terasa sangat spesial, bukan hanya karena gelar juara, tetapi juga menandai berakhirnya penantian panjang selama 18 tahun untuk promosi ke Liga 1.
Dua gol penentu kemenangan dicetak oleh Rafinha dan Daniel Roken Tampubolon. Gol Rafinha lahir dari tendangan bebas yang spektakuler, sementara gol Tampubolon di menit-menit akhir pertandingan memastikan kemenangan PSIM. Bhayangkara FC sempat memperkecil kedudukan lewat gol Felipe Silva, namun tak cukup untuk membalikkan keadaan.
Pertandingan final sendiri berlangsung menegangkan. Hujan deras sempat menyebabkan pertandingan tertunda selama satu jam karena genangan air di lapangan. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat para pemain PSIM yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
Kemenangan ini disambut dengan euforia luar biasa oleh para pemain, pelatih, dan seluruh pendukung PSIM Yogyakarta. Foto-foto perayaan kemenangan yang penuh sukacita merefleksikan betapa berartinya momen ini bagi klub kebanggaan kota Yogyakarta tersebut. Setelah 18 tahun berjuang di kasta kedua, PSIM akhirnya kembali ke tempatnya di Liga 1, siap untuk bersaing dengan klub-klub elite Indonesia.
PSIM Yogyakarta berjaya di Pegadaian Liga 2 2024/2025! Setelah perjuangan panjang, Laskar Mataram akhirnya berhasil mengangkat trofi juara setelah mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 dalam laga final dramatis di Stadion Manahan, Solo. Kemenangan ini terasa sangat spesial, bukan hanya karena gelar juara, tetapi juga menandai berakhirnya penantian panjang selama 18 tahun untuk promosi ke Liga 1.
Dua gol penentu kemenangan dicetak oleh Rafinha dan Daniel Roken Tampubolon. Gol Rafinha lahir dari tendangan bebas yang spektakuler, sementara gol Tampubolon di menit-menit akhir pertandingan memastikan kemenangan PSIM. Bhayangkara FC sempat memperkecil kedudukan lewat gol Felipe Silva, namun tak cukup untuk membalikkan keadaan.
Pertandingan final sendiri berlangsung menegangkan. Hujan deras sempat menyebabkan pertandingan tertunda selama satu jam karena genangan air di lapangan. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat para pemain PSIM yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
Kemenangan ini disambut dengan euforia luar biasa oleh para pemain, pelatih, dan seluruh pendukung PSIM Yogyakarta. Foto-foto perayaan kemenangan yang penuh sukacita merefleksikan betapa berartinya momen ini bagi klub kebanggaan kota Yogyakarta tersebut. Setelah 18 tahun berjuang di kasta kedua, PSIM akhirnya kembali ke tempatnya di Liga 1, siap untuk bersaing dengan klub-klub elite Indonesia.



















