Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita Utama

Para Juara Liga Champions yang Terlupakan

12
×

Para Juara Liga Champions yang Terlupakan

Share this article
Example 468x60

Liga Champions, ajang bergengsi sepak bola Eropa, telah melahirkan banyak bintang gemilang. Cristiano Ronaldo, misalnya, menjadi ikon dengan segudang prestasi di kompetisi ini. Namun, di balik sorot lampu yang menyinari para megabintang, ada sejumlah pemain yang mungkin luput dari ingatan kita, padahal mereka juga pernah merasakan manisnya mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Siapa saja mereka? Ada beberapa nama yang mungkin mengejutkan Anda. Rhian Brewster, misalnya. Meski hanya menghabiskan waktu singkat di Liverpool dan tak pernah bermain di Liga Champions, ia tetap berhak atas medali juara edisi 2018-2019 berkat statusnya sebagai pemain cadangan. Kisah serupa juga dialami Ross Turnbull, kiper cadangan Chelsea yang meraih medali juara pada 2011-2012 tanpa sekalipun menjejakkan kaki di lapangan hijau selama kompetisi.

Example 300x600

Ivan Perisic, pemain sayap berpengalaman dengan karier gemilang di beberapa klub top Eropa, juga termasuk dalam daftar ini. Keberhasilannya meraih trofi bersama Bayern Munich di musim 2019-2020 mungkin terlupakan karena waktunya di klub tersebut hanya bersifat pinjaman. Begitu pula dengan Jeremy Mathieu, bek Barcelona yang kerap menjadi bahan kritik, namun tetap menyabet gelar juara Liga Champions 2014-2015 sebagai bagian dari skuad yang meraih treble winners.

Beberapa nama lain yang tak kalah mengejutkan adalah Sulley Muntari. Pemain Ghana ini, meski hanya menjadi pemain pelapis di Inter Milan, berkontribusi dalam perjalanan Inter menuju puncak Eropa pada musim 2009-2010. Eidur Gudjohnsen, penyerang asal Islandia yang bermain di Barcelona, juga turut merasakan euforia kemenangan Liga Champions 2008-2009, meskipun perannya terbatas.

Antonio Nunez, pemain yang kariernya terbilang biasa saja, juga masuk dalam daftar ini setelah meraih trofi bersama Liverpool pada 2004-2005. Sementara itu, Nuno Espirito Santo, yang saat itu masih menjadi kiper cadangan di Porto, ikut merasakan manisnya gelar juara Liga Champions 2004.

Dua nama terakhir yang mungkin sulit dipercaya adalah Roque Junior dan Jonathan Greening. Roque Junior, bek yang pernah membela Leeds United, juga memiliki medali juara Liga Champions bersama AC Milan. Jonathan Greening, gelandang dengan karier yang cukup terhormat, juga secara mengejutkan pernah merasakan menjadi juara Liga Champions.

Daftar ini membuktikan bahwa kesuksesan di Liga Champions bukanlah monopoli para megabintang semata. Banyak pemain dengan peran yang lebih kecil, bahkan yang jarang bermain, tetap memiliki kontribusi dan berhak atas gelar juara. Mereka adalah bukti nyata kerja keras dan dedikasi dalam sebuah tim yang meraih prestasi monumental.

Liga Champions, ajang bergengsi sepak bola Eropa, telah melahirkan banyak bintang gemilang. Cristiano Ronaldo, misalnya, menjadi ikon dengan segudang prestasi di kompetisi ini. Namun, di balik sorot lampu yang menyinari para megabintang, ada sejumlah pemain yang mungkin luput dari ingatan kita, padahal mereka juga pernah merasakan manisnya mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Siapa saja mereka? Ada beberapa nama yang mungkin mengejutkan Anda. Rhian Brewster, misalnya. Meski hanya menghabiskan waktu singkat di Liverpool dan tak pernah bermain di Liga Champions, ia tetap berhak atas medali juara edisi 2018-2019 berkat statusnya sebagai pemain cadangan. Kisah serupa juga dialami Ross Turnbull, kiper cadangan Chelsea yang meraih medali juara pada 2011-2012 tanpa sekalipun menjejakkan kaki di lapangan hijau selama kompetisi.

Ivan Perisic, pemain sayap berpengalaman dengan karier gemilang di beberapa klub top Eropa, juga termasuk dalam daftar ini. Keberhasilannya meraih trofi bersama Bayern Munich di musim 2019-2020 mungkin terlupakan karena waktunya di klub tersebut hanya bersifat pinjaman. Begitu pula dengan Jeremy Mathieu, bek Barcelona yang kerap menjadi bahan kritik, namun tetap menyabet gelar juara Liga Champions 2014-2015 sebagai bagian dari skuad yang meraih treble winners.

Beberapa nama lain yang tak kalah mengejutkan adalah Sulley Muntari. Pemain Ghana ini, meski hanya menjadi pemain pelapis di Inter Milan, berkontribusi dalam perjalanan Inter menuju puncak Eropa pada musim 2009-2010. Eidur Gudjohnsen, penyerang asal Islandia yang bermain di Barcelona, juga turut merasakan euforia kemenangan Liga Champions 2008-2009, meskipun perannya terbatas.

Antonio Nunez, pemain yang kariernya terbilang biasa saja, juga masuk dalam daftar ini setelah meraih trofi bersama Liverpool pada 2004-2005. Sementara itu, Nuno Espirito Santo, yang saat itu masih menjadi kiper cadangan di Porto, ikut merasakan manisnya gelar juara Liga Champions 2004.

Dua nama terakhir yang mungkin sulit dipercaya adalah Roque Junior dan Jonathan Greening. Roque Junior, bek yang pernah membela Leeds United, juga memiliki medali juara Liga Champions bersama AC Milan. Jonathan Greening, gelandang dengan karier yang cukup terhormat, juga secara mengejutkan pernah merasakan menjadi juara Liga Champions.

Daftar ini membuktikan bahwa kesuksesan di Liga Champions bukanlah monopoli para megabintang semata. Banyak pemain dengan peran yang lebih kecil, bahkan yang jarang bermain, tetap memiliki kontribusi dan berhak atas gelar juara. Mereka adalah bukti nyata kerja keras dan dedikasi dalam sebuah tim yang meraih prestasi monumental.

Sumber : https://www.bola.com/dunia/read/5794765/10-pemain-yang-pernah-memenangkan-liga-champions-tapi-terlupakan-tenggelam-karena-kalah-tenar

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *