Manchester United sedang menghadapi badai keuangan. Untuk mengatasi kerugian yang terus membengkak selama lima tahun terakhir, klub raksasa Liga Inggris ini terpaksa mengambil langkah drastis: pemangkasan besar-besaran terhadap jumlah karyawan. Dalam pengumuman internal, CEO Omar Berrada mengindikasikan potensi PHK hingga 200 orang.
Keputusan ini, meskipun berat, diklaim sebagai langkah penting untuk mengembalikan stabilitas finansial klub. Berrada menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini bertujuan untuk memperkuat posisi MU agar tetap kompetitif di semua level, mulai dari tim utama putra dan putri, hingga akademi. Ia menekankan bahwa langkah ini mutlak dilakukan mengingat kerugian yang mencapai 300 juta poundsterling dalam tiga tahun terakhir.
Selain PHK, Manchester United juga menerapkan sejumlah penghematan lain. Salah satunya adalah pengurangan fasilitas bagi karyawan, seperti penghentian penyediaan makan siang gratis dan diganti hanya dengan buah-buahan.
Langkah-langkah penghematan yang signifikan ini diharapkan dapat memperbaiki neraca keuangan klub dan menciptakan pondasi yang kokoh untuk investasi di masa depan, baik dalam pengembangan tim maupun peningkatan fasilitas bagi para penggemar. Namun, kebijakan ini tentu akan menimbulkan dampak signifikan bagi karyawan yang terdampak PHK. Manajemen klub menyatakan penyesalan atas situasi yang sulit ini.
Manchester United sedang menghadapi badai keuangan. Untuk mengatasi kerugian yang terus membengkak selama lima tahun terakhir, klub raksasa Liga Inggris ini terpaksa mengambil langkah drastis: pemangkasan besar-besaran terhadap jumlah karyawan. Dalam pengumuman internal, CEO Omar Berrada mengindikasikan potensi PHK hingga 200 orang.
Keputusan ini, meskipun berat, diklaim sebagai langkah penting untuk mengembalikan stabilitas finansial klub. Berrada menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini bertujuan untuk memperkuat posisi MU agar tetap kompetitif di semua level, mulai dari tim utama putra dan putri, hingga akademi. Ia menekankan bahwa langkah ini mutlak dilakukan mengingat kerugian yang mencapai 300 juta poundsterling dalam tiga tahun terakhir.
Selain PHK, Manchester United juga menerapkan sejumlah penghematan lain. Salah satunya adalah pengurangan fasilitas bagi karyawan, seperti penghentian penyediaan makan siang gratis dan diganti hanya dengan buah-buahan.
Langkah-langkah penghematan yang signifikan ini diharapkan dapat memperbaiki neraca keuangan klub dan menciptakan pondasi yang kokoh untuk investasi di masa depan, baik dalam pengembangan tim maupun peningkatan fasilitas bagi para penggemar. Namun, kebijakan ini tentu akan menimbulkan dampak signifikan bagi karyawan yang terdampak PHK. Manajemen klub menyatakan penyesalan atas situasi yang sulit ini.



















