Kekalahan pahit diterima Manchester City (Man City) di tangan Real Madrid pada leg kedua babak play-off Liga Champions 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Real Madrid, sekaligus memastikan agregat 6-3 dan tiket ke babak 16 besar bagi Los Blancos. Pelatih Man City, Pep Guardiola, dengan lapang dada mengakui keunggulan Real Madrid, meskipun ia merasa timnya tampil lebih baik di musim-musim sebelumnya.
Kekalahan ini terjadi kapan? Kamis dini hari, 20 Februari 2025. Dimana? Di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Siapa yang terlibat? Manchester City melawan Real Madrid, dengan Pep Guardiola sebagai pelatih Man City. Bagaimana hal itu terjadi? Real Madrid menang dengan skor 3-1, membuat agregat pertandingan menjadi 6-3. Mengapa Man City kalah? Guardiola mengakui bahwa pada musim ini, performa Man City tidak sebaik musim-musim sebelumnya saat menghadapi Real Madrid, meski perekrutan pemain baru di Januari 2025 diharapkan bisa memperbaiki performa tim. Apa dampaknya? Manchester City tersingkir dari Liga Champions.
Guardiola secara terbuka mengucapkan selamat kepada Real Madrid. Ia menekankan bahwa tim terbaiklah yang menang, dan musim ini Madrid memang pantas lolos. “Musim ini kami tidak begitu baik,” ujarnya, “di musim-musim sebelumnya, kami lebih baik dari Madrid, tetapi kali ini tidak demikian.” Ia menunjuk pada dominasi Real Madrid dalam penguasaan bola, dinamika permainan, kecepatan, dan pressing yang efektif sebagai faktor kunci kemenangan mereka.
Pernyataan Guardiola ini merujuk pada dua pertemuan sebelumnya antara kedua tim. Pada musim 2022/2023, Man City berhasil menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 5-1 di semifinal. Namun, pada musim 2023/2024, Real Madrid menang lewat adu penalti setelah bermain imbang 4-4.
Meskipun Man City memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan setelah awal musim yang kurang mengesankan, dan beberapa kelemahan tim telah ditambal melalui bursa transfer Januari, menghadapi Real Madrid di fase knockout Liga Champions tetap menjadi tantangan yang sangat berat. Statistik pertandingan pun menunjukkan keunggulan Real Madrid dalam hal tembakan tepat sasaran (8-4), penguasaan bola (58%-52%), dan akurasi operan (88% vs 91%).
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Man City di Liga Champions musim ini, namun Guardiola menyerukan timnya untuk menerima kekalahan dan terus maju. Perjalanan Man City di Liga Champions 2024/2025 berakhir, namun perjalanan Real Madrid masih berlanjut.
Kekalahan pahit diterima Manchester City (Man City) di tangan Real Madrid pada leg kedua babak play-off Liga Champions 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Real Madrid, sekaligus memastikan agregat 6-3 dan tiket ke babak 16 besar bagi Los Blancos. Pelatih Man City, Pep Guardiola, dengan lapang dada mengakui keunggulan Real Madrid, meskipun ia merasa timnya tampil lebih baik di musim-musim sebelumnya.
Kekalahan ini terjadi kapan? Kamis dini hari, 20 Februari 2025. Dimana? Di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Siapa yang terlibat? Manchester City melawan Real Madrid, dengan Pep Guardiola sebagai pelatih Man City. Bagaimana hal itu terjadi? Real Madrid menang dengan skor 3-1, membuat agregat pertandingan menjadi 6-3. Mengapa Man City kalah? Guardiola mengakui bahwa pada musim ini, performa Man City tidak sebaik musim-musim sebelumnya saat menghadapi Real Madrid, meski perekrutan pemain baru di Januari 2025 diharapkan bisa memperbaiki performa tim. Apa dampaknya? Manchester City tersingkir dari Liga Champions.
Guardiola secara terbuka mengucapkan selamat kepada Real Madrid. Ia menekankan bahwa tim terbaiklah yang menang, dan musim ini Madrid memang pantas lolos. “Musim ini kami tidak begitu baik,” ujarnya, “di musim-musim sebelumnya, kami lebih baik dari Madrid, tetapi kali ini tidak demikian.” Ia menunjuk pada dominasi Real Madrid dalam penguasaan bola, dinamika permainan, kecepatan, dan pressing yang efektif sebagai faktor kunci kemenangan mereka.
Pernyataan Guardiola ini merujuk pada dua pertemuan sebelumnya antara kedua tim. Pada musim 2022/2023, Man City berhasil menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 5-1 di semifinal. Namun, pada musim 2023/2024, Real Madrid menang lewat adu penalti setelah bermain imbang 4-4.
Meskipun Man City memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan setelah awal musim yang kurang mengesankan, dan beberapa kelemahan tim telah ditambal melalui bursa transfer Januari, menghadapi Real Madrid di fase knockout Liga Champions tetap menjadi tantangan yang sangat berat. Statistik pertandingan pun menunjukkan keunggulan Real Madrid dalam hal tembakan tepat sasaran (8-4), penguasaan bola (58%-52%), dan akurasi operan (88% vs 91%).
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Man City di Liga Champions musim ini, namun Guardiola menyerukan timnya untuk menerima kekalahan dan terus maju. Perjalanan Man City di Liga Champions 2024/2025 berakhir, namun perjalanan Real Madrid masih berlanjut.



















