Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai perkembangan program ketahanan energi nasional. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat pasokan energi, meningkatkan produksi migas, serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi di berbagai daerah. Program ketahanan energi menjadi salah satu prioritas pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Dalam laporannya, Bahlil menyampaikan perkembangan sejumlah proyek strategis nasional di sektor energi, termasuk peningkatan produksi minyak dan gas bumi, hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan energi baru dan terbarukan. Ia menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan investasi agar target swasembada energi dapat tercapai sesuai rencana. Selain itu, berbagai proyek yang sedang berjalan juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga untuk memastikan seluruh program ketahanan energi berjalan sesuai target. Menurutnya, ketersediaan energi yang andal menjadi fondasi bagi pembangunan industri, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis agar dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah optimistis program ketahanan energi akan memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Selain meningkatkan produksi energi domestik, berbagai kebijakan juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperluas pemanfaatan energi bersih. Melalui koordinasi yang erat antara pemerintah pusat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, target mewujudkan ketahanan energi nasional diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
