NASIONAL

Dilobi Trump, China Bebaskan Pendiri Gereja ‘Bawah Tanah’ Ezra Jin

China Bebaskan Ezra Jin setelah pendeta sekaligus pendiri Gereja Zion itu menjalani penahanan sejak Oktober 2025. Pembebasan Ezra Jin menjadi sorotan internasional karena terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengangkat kasus tersebut dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping pada Mei 2026.

Ezra Jin, yang juga dikenal dengan nama Tionghoa Jin Mingri, merupakan pendiri Gereja Zion. Gereja tersebut termasuk jaringan gereja yang tidak terdaftar secara resmi di bawah pemerintah China dan dikenal sebagai “gereja bawah tanah”.

Ditahan Sejak Oktober 2025

Ezra Jin ditangkap bersama sejumlah anggota Gereja Zion pada 10 Oktober 2025.

Otoritas China menuduh mereka menggunakan jaringan informasi secara ilegal. Tuduhan itu berkaitan dengan aktivitas penyebaran informasi keagamaan melalui media digital.

Kasus tersebut kemudian menarik perhatian berbagai organisasi hak asasi manusia yang meminta pembebasan Ezra Jin dan anggota gereja lainnya.

Trump Angkat Kasus dalam Pertemuan dengan Xi Jinping

Kasus Ezra Jin mendapat perhatian Presiden Donald Trump saat bertemu Presiden Xi Jinping pada Mei 2026.

Usai pertemuan, Trump mengatakan Xi berjanji memberikan pertimbangan serius terhadap permintaan pembebasan sang pendeta. Pernyataan itu memunculkan harapan bahwa penyelesaian diplomatik dapat dicapai.

Beberapa pekan kemudian, Ezra Jin akhirnya dibebaskan oleh pemerintah China.

Tiba di Amerika Serikat

Kelompok hak asasi manusia ChinaAid menyatakan Ezra Jin telah tiba di Los Angeles setelah dibebaskan.

Menurut keterangan keluarganya, pejabat China menyebut pembebasan tersebut merupakan hasil pembicaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping. Langkah itu disebut sebagai isyarat niat baik yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Putri Ezra Jin, Grace, mengaku bersyukur atas pembebasan ayahnya.

Ia juga berharap peristiwa tersebut membawa perubahan positif bagi kebebasan beragama di China dan hubungan antara Beijing dengan Washington.

Delapan Anggota Gereja Masih Ditahan

Meski Ezra Jin telah dibebaskan, persoalan belum sepenuhnya selesai.

Gereja Zion menyatakan delapan anggota yang ditangkap bersamaan dengan Ezra masih berada dalam tahanan pihak berwenang.

Organisasi hak asasi manusia juga menyebut pengawasan terhadap kelompok keagamaan yang tidak terdaftar masih terus berlangsung di bawah pemerintahan Xi Jinping.

Kebebasan Beragama Masih Jadi Sorotan

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China memperketat pengawasan terhadap gereja yang tidak terdaftar.

Sejumlah rumah ibadah dilaporkan ditutup, sementara beberapa pemimpin gereja menghadapi proses hukum.

Kebijakan tersebut terus menjadi perhatian komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia.

Kesimpulan

China Bebaskan Ezra Jin menjadi salah satu perkembangan penting dalam hubungan diplomatik China dan Amerika Serikat. Pembebasan pendiri Gereja Zion itu terjadi setelah kasusnya dibahas oleh Donald Trump dalam pertemuan dengan Xi Jinping.

Meski Ezra Jin telah memperoleh kebebasan dan tiba di Amerika Serikat, sejumlah anggota Gereja Zion masih menjalani penahanan. Kondisi tersebut menunjukkan isu kebebasan beragama di China masih menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat internasional.